Make your own free website on Tripod.com
   

Tersebutlah sebuah kerajaan yang makmur dan masyhur rajanya lagi luas kekuasaanya. Ia memiliki dua orang istri, yang satu  mengembara bersama dua orang putranya sedangkan  putra yang lainya tinggal di istana. Dan istri raja yang satunya lagi tinggal di istana juga. Namun pada suatu ketika sang raja meninggal dunia.

Setelah di tinggal oleh Sang Raja maka Sang Ratu kembali lagi ke keraton untuk menuntut haknya demi masa depan anak-anaknya, Sang Ratu sendiri sangat banyak putranya. Setelah sekian lama mengembara guna menghidupi putra tanggunganya. Sebenarnya sebelum di tinggal oleh sang raja, Sri Ratu telah menikah lagi dengan seorang begawan dalam pengembaraanya. Sedangkan  istri raja satunya kembali ke kampungnya.

Namun kemudian kerajaan tersebut di timpa prahara, yang mengakibatkan keraton hancur lebur nyaris tanpa sisa. Prahara ini berawal dari perebutan keraton oleh para putra. Semuanya merasa berhak atas tanah keraton. Persengketaanpun tak terhindarkan. Sang begawan sampai-sampai hampir di bunuhnya oleh putra kedua yang bernama Panji Kumandang, yang menganggap Sang Begawan tidak mau menuruti segala kehendaknya. Padahal Ia dan Ibu Suri sudah habis-habisan menjual tanah keraton guna memenuhi segala keinginanya. Tanah keraton yang tinggal sedikit hendak di ambil pula, untung saja bertobat juga akhirnya. Sementara putra terakhir raja yang bernama Raden Widayat masih kecil yang tidak tahu akan masalah adanya.

Namun sang begawan adalah orang yang bijaksana, Ia rela pergi mengembara lagi meninggalkan keraton demi menghindari perpecahan di dalam keraton. Yang di pikirkanya hanyalah Raden Widayat, meskipun bukan anaknya sendiri tetapi ia sangat menyayanginya ibarat putranya sendiri. Siang malam ia selalu merindukanya. Malang tak dapat di cegah untung tak dapat di jemput karena ia tak dapat bertemu lagi dengan putra  raja tersebut.

Sementara itu situasi di keraton semakin memanas tanah warisan raja yang hanya tinggal sedikit masih saja harus menjadi rebutan. Pada suatu malam terjadi serangan mendadak yang di lakukan oleh orang yang tidak senang terhadap raja hingga akhirnya kerajaan hancur lebur. Dan berlakulah apa yang di sebut Shirna Ilang kertaning Bumi, yaitu tenggelamya suatu kerajaan yang besar, yang pernah terjadi pada kerajaan Majapahit. Kini keluarga raja sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Sang Ratu sangat bersedih hati mendengar dan mengalami hal itu. Lalu ia bertekad bulat hendak mengembara lagi dengan niat ingin membangun keraton kembali untuk masa depan putra-putranya.

Lain Ibu Suri lain pula putranya jika Ibu Suri memilih mengembara, maka putra keempatnya yang bernama Pangeran Sambungnyawa lebih memilih untuk berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain, lalu  ia memilih mendirikan tempat tinggal sendiri di tengah hutan bersama istrinya. Sebenarnya  istrinya adalah putri ratu seberang yang sedang merantau. Dengan rendah hati ia rela hidup bersama sang pangeran itu di tengah hutan.

Di lain tempat ada putra raja nomor lima yang bernama Panji Umbaran juga lebih memilih hidup sebagai pengembara, dalam pengembaraanya ia tidak hanya keluar masuk hutan tetapi juga menjelajahi berbagai negeri hingga banyaklah pengalaman yang di dapatnya. Ia hanya setahun sekali saja mengunjungi saudara-saudaranya.

Lain lagi dengan putra pertama raja yang bernama Raden Makmur yang lebih suka bersenang-senang daripada bersusah payah membangun kerajaan. Tetapi ia masih punya rasa belas kasih terhadap sesama sehingga itulah yang di hargai oleh Raden Widayat.

Sementara putra raja ketiga yang bernama Raden Rupa janaka nasibnya semakin menyedihkan, hampir-hampir ia terlantar andai tidak pintar-pintar berbuat.

Sedangkan Raden Widayat sendiri kini ikut saudaranya yakni Pangeran Sambungnyawa di tengah hutan. Dan semakin lama  Raden Widayat semakin dewasa. Ia sendiri sudah mengetahui segalanya. Dan ia berniat hendak menjadi pertapa, karena ia masih keturunan pertapa, selain itu ia merasa cocok karena melihat bertapa sangat sesuai dengan apa yang di alami selama ini. Tetapi di cegah oleh saudaranya karena ia merupakan masa depan negara, harapan kerajaan, yang di harapkan kelak bisa kembali membangun kerajaanya, mengabdi pada negara dan